Search

Analis: IHSG Dapat Kembali Terkoreksi Minggu Depan - Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (13/3) ditutup naik 11.82 poin (0,24%) ke level 4.907,57. Adapun level tertinggi indeks mencapai  4.937,99, sedangkan terendah 4.639,91.

Sebelumnya pada perdagangan Jumat pagi Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat membekukan sementara perdagangan (trading halt), karena IHSG telah turun 5%. Penurunan tersebut bertahan hingga penutupan sesi I tetap tertekan dan terperosok -5,02%.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W Widodo menyampaikan, perdagangan Jumat pagi telah terhenti pada pukul 09:15:33 JATS dan dibuka kembali pukul 09:45:33 JATS.

Trading halt terjadi pada posisi IHSG minus 5,01% dan posisi terakhir IHSG di 4.650,58. Nilai transaksi mencapai Rp 1,1 triliun,” kata dia,

Menanggapi penguatan ini Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menyebutkan penguatan pada hari ini adalah hal yang wajar mengingat pasar yang sangat fluktuatif.

"Penguatan ini secara teknikal adalah hal yang wajar, karena pada saat tren melemah seperti ini, peluang penurunan dan penguatan dapat kembali dengan kemungkinan 50:50," jelasnya kepasa Investor Daily, Jumat (13/3).

Dia melanjutkan rebound yang terjadi pada pasar hari ini kemungkinan besar disebabkan oleh Dana Pensiun dan Asuransi yang direncanakan akan masuk ke pasar, sentimen positif lainya datang dari paket stimulus kedua untuk menghadapi dampak ekonomi sebagai imbas penyebaran virus korona (Covid-19) yang telah diumumkan pada hari ini.

"Di mana pemerintah akan fokus pada ketersediaan stok pangan, kemudian sektor pariwisata dan transportasi. Ditambah dengan kabar bahwa virus korona sendiri telah ditemukan. Namun hal itu masih volatil karena Asing hingga saat ini masih melakukan net sell, apabila kembali menurun pelemahan terdalam dapat mencapai level 4.800," paparnya.

Sementara itu para pelaku pasar diharapkan berhati-hati dengan memperhatikan sentimen-sentimen dari luar negeri mauapun domestik yang berpotensi melanjutkan pelemahan.

"Di saat seperti ini terlebih pada kasus panic selling menyebabkan semua sektor melemah, dan cenderung menjadi saham yang defensive," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Analis MNC Sekuritas Didit, menjelaskan dalam jangka pendek IHSG berpeluang menguat seiring dengan stimulus jilid dua yang segera dilaksanakan pada bulan April mendatang yang diharapkan dapat mendongkrak IHSG.

"Kami harap dapat menguatkan laju IHSG kedepanya, walaupun dihadapkan dengan bursa global yang masih cenderung fluktuatif," ujarnya.

Lebih lanjut apabila IHSG kembali terkoreksi, Didit memprediksi dapat berada pada titik terendah di level 4400-4200 dengan memperhatikan level 4693 sebagai level support.

"Untuk saham bisa diperhatikan sektor perbankan seperti BBRI, BBNI, kemudian untuk konsumer bisa perhatikan UNVR, ICBP," tutupnya.

Sumber : Investor Daily

Berita Terkait

Let's block ads! (Why?)



"kembali" - Google Berita
March 14, 2020 at 05:05AM
https://ift.tt/2TLSnAq

Analis: IHSG Dapat Kembali Terkoreksi Minggu Depan - Investor Daily
"kembali" - Google Berita
https://ift.tt/2llnJPO

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Analis: IHSG Dapat Kembali Terkoreksi Minggu Depan - Investor Daily"

Post a Comment

Powered by Blogger.