Search

Teori Corona Tak Tahan Panas Kembali Dapat Sanggahan - detikNews

Jakarta -

Anggapan bahwa virus Corona akan mati di tengah cuaca yang panas kembali dapat sanggahan dari ilmuwan. Sang ilmuwan menegaskan pembatasan sosial dan upaya lainnya harus dilakukan, bukan bergantung pada cuaca.

Ilmuwan membantah hal itu dan menyurati Gedung Putih. Dilansir CNN, Kamis (9/4/2020), dalam surat yang dikirimkan ke Gedung Putih, National Academy of Science (NAS) committee atau Komite Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional mengatakan data tercampur tentang apakah virus corona menyebar dengan mudah dalam cuaca hangat seperti halnya dalam cuaca dingin. Tetapi itu dianggap tidak terlalu penting mengingat begitu sedikit orang di dunia kebal terhadap virus Corona.

"Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa (Coronavirus) menular kurang efisien di suhu dengan kelembaban tinggi. Tapi, mengingat kurangnya imunitas secara global, pengurangan penularan ini tidak akan signifikan tanpa adanya intervensi kesehatan masyarakat secara bersamaan" bunyi surat tersebut.

Surat itu mencatat, sebagai contoh, sebuah studi pandemi Corona di China menunjukkan bahwa meski di bawah cuaca dengan temperatur tinggi juga kondisi lembap, virus tetap menyebar secara berlipat ganda, di mana setiap satu orang yang positif bisa menularkan dua orang lainnya.

"Meski kita berharap cuaca bisa memberikan kontribusi pada hilangnya virus ini, kita tak bisa menggantungkannya pada itu saja. Kita tetap harus melakukan pembatasan sosial dan upaya lainnya," Sementara itu Dr William Schaffner, spesialis Penyakit Infeksi di Pusat Kesehatan Universitas Vanderbilt yang bukan anggota NAS.

Panasnya cuaca bisa membunuh Corona adalah mitos di era pagebluk ini. Begitulah kesimpulan sementara dari berdasarkan kajian sains. Sains maju karena perubahan tanpa henti, melalui falsifikasi satu ke falsifikasi lainnya. Bukan tidak mungkin kebenaran sains hari ini bisa berubah lagi di hari berikutnya. Namun setidaknya, kesimpulan bahwa virus Corona tidak bisa mati oleh panas sinar matahari disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Menjemur diri Anda di bawah matahari atau suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat Celcius tidak mencegah penyakit akibat virus Corona (COVID-19)," demikian tertulis dalam 'Myth busters' situs resmi WHO, sebagaimana diberitakan kembali oleh detikcom, Jumat (3/4)

Let's block ads! (Why?)



"kembali" - Google Berita
April 10, 2020 at 08:42AM
https://ift.tt/2RrMiYj

Teori Corona Tak Tahan Panas Kembali Dapat Sanggahan - detikNews
"kembali" - Google Berita
https://ift.tt/2llnJPO

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Teori Corona Tak Tahan Panas Kembali Dapat Sanggahan - detikNews"

Post a Comment

Powered by Blogger.