Search

Rupiah Kembali Melemah Tertekan Konflik Dagang AS - Katadata.co.id

Nilai tukar rupiah pada pembukaan pasar pagi ini, Rabu (4/12) menguat 0,04% ke level Rp 14.110 per dolar Amerika Serikat (AS).  Namun, tak lama setelah dibuka, rupiah langsung melemah ke level Rp 14.120 per dolar AS, akibat tertekan sentimen global, seperti perang dagang AS dengan Tiongkok yang tak kunjung mereda hingga konflik  Trump dengan negara lainnya. 

Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia juga menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, dolar Singapura turun 0,04%, dolar Taiwan 0,07%, won Korea Selatan 0,56%, peso Filipina 0,22%, rupee India 0,03%, yuan Tiongkok 0,31%, ringgit Malaysia 0,13%, dan baht Thailand 0,07%. Sementara yen Jepang menguat 0,12% diikuti oleh penguatan dolar Hong Kong 0,01%.

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyatakan, rupiah masih berpotensi kembali tertekan hari ini. "Terutama karena kekhawatiran pasar soal penyelesaian perang dagang AS-Tiongkok dan munculnya masalah perdagangan baru AS dengan negara lainnya," kata Tjendra kepada katadata.co.id, Rabu (4/12).

(Baca: Tertekan Kondisi Global, Intervensi BI Antar Rupiah Menguat Tipis)

Adapun Selasa (3/12) malam, Presiden AS Donald Trump kembali memberikan pernyataan bahwa penyelesaian kesepakatan dagang dengan Tiongkok kemungkinan harus menunggu hingga sesudah pemilu November tahun 2020. Trump menginginkan kesepakatan yang terbaik untuk AS.

Tjendra mengatakan bahwa ini mengindikasikan negosiasi AS-Tiongkok berjalan alot. Sehingga mungkin kesepakatan tak akan tercapai dalam waktu dekat.

Di samping itu, AS juga berencana mengenakan tarif ke Brazil, Argentina dan Perancis. "Dan mungkin negara lainnya yang membuka ketegangan dagang global baru yang berpotensi melambatkan pertumbuhan ekonomi," ujar dia.

(Baca: Luhut Sebut Nilai Tukar Rupiah Bisa di Bawah Rp 10 Ribu per Dolar)

Tump sebelumnya melontarkan pernyataan mengejutkan mengenai tarif impor atas produk baja dan alumunium Brasil dan Argentina. Kebijakan ini disinyalir merupakan balasan atas pelemahan mata uang kedua negara hingga merugikan petani AS. 

Mata uang Garuda hari ini berpotensi bergerak pada kisaran Rp 14.080- Rp 14.150 per dolar AS.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Let's block ads! (Why?)



"kembali" - Google Berita
December 04, 2019 at 09:06AM
https://ift.tt/2DEXnhk

Rupiah Kembali Melemah Tertekan Konflik Dagang AS - Katadata.co.id
"kembali" - Google Berita
https://ift.tt/2llnJPO

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Rupiah Kembali Melemah Tertekan Konflik Dagang AS - Katadata.co.id"

Post a Comment

Powered by Blogger.