
Menurut laporan New York Times, Rabu (15/1) dua petinggi militer AS mengatakan bahwa Pentagon ingin melanjutkan operasi untuk memerangi ISIS.
Ribuan tentara AS dikerahkan ke Irak untuk mendukung pasukan lokal mencegah ISIS kembali bangkit. Mereka menjadi bagian dari koalisi internasional yang diundang Irak pada 2014 silam untuk melawan ISIS.
Washington menghentikan operasi itu pada 5 Januari lalu atau dua hari setelah serangan drone AS menewaskan perwira tinggi militer Mayor Jenderal Qasem Soleimani di sekitar bandara Baghdad.
[Gambas:Video CNN]
Parlemen Irak telah meminta pemerintah mengusir 5.000 tentara AS dari sana setelah insiden itu. Terlebih serangan yang diluncurkan pada 3 Januari itu turut menewaskan salah satu tokoh militer Irak, Abu Mahdi al-Muhandis.
Meski demikian, tidak diketahui apakah Irak menyetujui rencana AS untuk kembali melanjutkan operasi tersebut.
Saat dihubungi AFP, Pentagon mengaku tidak dapat memberikan informasi mengenai hal itu.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Senin kemarin mengungkapkan bahwa para pemimpin Irak secara pribadi mendukung kehadiran pasukan AS di sana, meskipun ada seruan pengusiran.
"Mereka tidak akan mengatakan secara terbuka. Tetapi secara pribadi mereka semua menerima kenyataan bahwa AS masih ada di sana melaksanakan misi anti-teror," kata Pompeo di sebuah forum di Universitas Stanford. (dea)
"kembali" - Google Berita
January 16, 2020 at 11:54AM
https://ift.tt/2u1qqdq
Tentara AS Kembali Lanjutkan Operasi MIliter di Irak - CNN Indonesia
"kembali" - Google Berita
https://ift.tt/2llnJPO
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Tentara AS Kembali Lanjutkan Operasi MIliter di Irak - CNN Indonesia"
Post a Comment